Istilah Negara Dunia Pertama, Kedua, dan Ketiga



http://lorongperihal.blogspot.co.id/2016/02/istilah-negara-dunia-pertama-kedua-dan.html
Setelah Perang Dunia Kedua, dunia dibagi menjadi dua blok geopolitik besar, memisahkan ke dalam wilayah komunisme dan kapitalisme. Hal ini menyebabkan Perang Dingin, di mana istilah Dunia Pertama sering digunakan karena relevansi politik, sosial, dan ekonomi. Istilah itu sendiri pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1940 oleh PBB. Saat ini, istilah Dunia Pertama tidak memiliki definisi resmi.
Secara umum Dunia Pertama dianggap sebagai negara-negara kapitalis, industri, kaya, serta maju yang sejajar dengan Amerika Serikat dan Britania Raya setelah Perang Dunia II. Definisi ini mencakup sebagian besar negara-negara Amerika Utara, Eropa Barat, Australia dan Jepang. Dalam masyarakat kontemporer, Dunia Pertama dipandang sebagai negara yang memiliki ekonomi paling maju, pengaruh terbesar, standar hidup tertinggi, dan teknologi terbesar.

Dunia Kedua mengacu pada mantan negara-negara Sosialis, negara-negara industri yang secara resmi merupakan negara yang tergabung dalam Blok Timur, sebagian besar wilayah dan pengaruhnya berasal dari Uni Soviet. Setelah Perang Dunia Kedua usai, ada sembilan belas negara komunis. Namun setelah jatuhnya Uni Soviet, hanya tersisa lima negara sosialis tetap yaitu: Tiongkok, Kuba, Laos, Korea Utara dan Vietnam.
Seiring dengan istilah Dunia Pertama dan Dunia Ketiga, istilah-istilah tersebut digunakan untuk membagi bagian negara di bumi dalam tiga kategori besar. Konsep Dunia Kedua ini digunakan untuk menggambarkan negara-negara yang berada di antara kemiskinan dan kemakmuran, banyak dari negara-negara tersebut yang sekarang menjadi negara-negara kapitalis.
Selanjutnya, makna sebenarnya dari istilah Dunia Pertama, Dunia Kedua dan Dunia Ketiga berubah dari yang berbasis pada ideologi politik menjadi definisi ekonomi negara. Teori tiga dunia telah dikritik karena dinilai kurang baik dan relativit usang untuk pengkategorian lewat angka, oleh karenanya para sosiolog telah menciptakan istilah baru yaitu "maju", "berkembang", dan "terbelakang" sebagai istilah penggantinya.
Istilah Dunia Ketiga pun muncul selama Perang Dingin untuk menentukan negara-negara yang tetap tidak selaras dengan baik terhadap NATO dalam hal ini yaitu Amerika Serikat, negara-negara Eropa Barat dan sekutu yang mereka wakili sebagai Dunia Pertama, atau Blok Komunis dalam hal ini yaitu Uni Soviet, Cina, Kuba, dan sekutu yang mereka wakili sebagai Dunia Kedua. Dunia Ketiga disematkan kepada negara-negara  seperti di Afrika, Amerika Latin, Oceania dan Asia. Istilah ini juga kadang-kadang identik dengan negara-negara dalam Gerakan Non-Blok.
Karena sejarah yang kompleks dengan berkembangnya makna dan konteks, tidak ada yang jelas atau disepakati mengenai definisi dari Dunia Ketiga. Beberapa negara di Blok Komunis, seperti Kuba, juga sering dianggap sebagai Dunia Ketiga. Karena banyak negara Dunia Ketiga yang sangat miskin, dan non-industri. Hal itu menjadi patokan untuk merujuk kepada negara-negara miskin sebagai negara-negara Dunia Ketiga, namun istilah Dunia Ketiga ini juga sering dipergunakan bagi negara-negara dengan pertumbuhan industri baru seperti Brazil atau China. Selama beberapa dekade terakhir, istilah Dunia Ketiga telah digunakan untuk mengindikasikan Negara Kurang Berkembang, Dunia Selatan dan Negara Berkembang, yang jelas istilah ini menggambarkan negara-negara miskin yang telah berjuang untuk mencapai pembangunan ekonomi yang stabil.

Post a Comment